Siapkan Waktu Lebih di Bandara Perth, Australia Kalau Tidak Mau Ketinggalan Pesawat

Bandara Perth punya empat terminal, yaitu T1, T2, T3, dan T4. Tidak semua terminal berdekatan satu sama lain. Jadi kalau tidak mau ketinggalan pesawat pastikan kita sudah tahu benar letak terminal tujuan kita dan cara mencapai ke sana, atau kita akan ketinggalan pesawat. Seperti yang nyaris saya dan teman saya, Asri alami.


Foto: Dok. Perth Airport

Sore itu di pertengahan bulan Oktober 2015, kami akan melakukan penerbangan dari Perth menuju Melbourne dengan menggunakan pesawat Tigerair. Untuk menuju bandara, kami menggunakan bus no. 40 dari pusat kota Perth. Begitu bus mencapai bandara, kami langsung masuk bandara. Sampai di dalam bandara kami tidak menemukan counter Tigerair. Setelah bertanya kepada petugas, ternyata Tigerair letaknya bukan di terminal yang kami datangi melainkan di T2. "Kan gue sudah bilang sama lo. Nggak percayaan banget, sih," reaksi Asri.

Asri sebenarnya sudah menyampaikan perihal ini saat kami di dalam bus. Kata dia dari hasil browsing-an, Tigerair ada di T2 (terpaksa browsing karena tidak disebutkan terminal berapa di tiket kami). Tapi info tersebut tidak terlalu berguna karena bus yang kami naiki tidak berhenti di T2 melainkan hanya berhenti di T3 dan T4 yang memang berdekatan. Saya dengan keras kepalanya iseng mencoba masuk ke dalam terminal. Ya siapa tahu web yang dilihat Asri salah atau ada perubahan.

Diburu waktu, saya deg-degan menunggu Terminal Transfer Bus, bus yang khusus beroperasi dari satu terminal ke terminal lain di bandara Perth. Begitu bus datang, kami langsung bergegas. Tapi satu menit, dua menit bus tak kunjung jalan. Saya pun mulai cemas mengingat waktu yang sudah sangat mepet. Kami sebenarnya sudah check in tapi koper-koper ini, kan, harus masuk bagasi. Setelah bus akhirnya jalan, saya tidak berhenti-henti melihat jam. Rasanya ingin saya ambil kendali, tuh, kemudi bus dan menginjak gas sampai maksimal. Padahal saya nggak bisa menyetir.

Bus yang jalannya kayak siput itu akhirnya sampai di T2 setelah sekitar 10 menit perjalanan. Saya melirik jam, sial, ini sudah batas akhir untuk memasukkan koper ke bagasi. Pantang menyerah, saya dan Asri menggeret koper secepat mungkin menuju counter Tigerair. Begitu kami sampai tujuan, antrian check in cukup panjang. Melirik ke counter sebelah yang ada tulisan "web check in", tidak ada petugas di sana. Ya Tuhan, bagaimana ini? Haruskah kami menunggu di antrian panjang check in ini? Wah bisa batal terbang ke Melbourne ini.


Asri dengan cueknya mengambil jalur dari sisi web check in yang tidak ada orang mengantri sama sekali (iya iyalah karena nggak ada petugasnya), lalu memotong ke depan petugas yang mengurusi antrian check in. "Kami sudah web check in, harus melapor ke mana?" kurang lebih begitu pertanyaan Asri ke petugas wanita tersebut. Sang petugas pun langsung melayani kami setelah sebelumnya meminta maaf kepada dua orang bule yang sedang proses check in. Kedua bule itu bete, Asri mendengar mereka membicarakan kami tapi dengan sang petugas mendahulukan kami itu pertanda bahwa mereka merasa bersalah karena seharusnya memang ada petugas di counter web check in.


Saya merasa bersyukur Asri memiliki keberanian untuk melakukan tindakan tersebut, karena tidak lama (mungkin sekitar 5-10 menit) setelah kami melewati screening bandara, kami dipanggil untuk boarding. Coba kalau kami masih menunggu antrian yang mengular itu, dipastikan kami akan ketinggalan pesawat.


Jadi untuk yang mau travel ke luar Perth melalui bandara Perth, pastikan sudah tahu benar terminal yang dituju karena dari situ tahu bus mana yang harus diambil agar bisa sampai di terminal yang benar karena beda bus beda pula terminal yang dilewati. Untuk melihat rute bus menuju bandara Perth bisa dibaca di sini. Tapi sebaiknya memang kita menyiapkan waktu lebih karena setepat apapun persiapan kita, kita tak pernah tahu ada peristiwa apa yang bisa menghalangi.



Booking.com
----------@yanilauwoie----------
Find me at:
Instagram: yanilauwoie
Twitter: yanilauwoie
YouTube: yanilauwoie
LINE: @psl7703h


Blog Sebelumnya:

Share:

0 komentar